KARANGANYAR– Isak tangis mewarnai kedatangan jenazah korban penembakan di Plaza Singosaren, Solo, Bripka Dwi Data Subekti, 54 saat tiba di rumah duka di Jalan Bimasakti RT 010 RW 022 Perum Ngringo Indah, Ngringo, Jaten, Karanganyar,Sabtu (31/8/2012) sekitar pukul 05.00WIB.
Istri korban Niken Sri P berserta kedua putranya tak mampu membendung air mata saat peti jenazah dibuka.
Sementara puluhan pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa Bripka Dwi. Mereka kemudian melakukan salat jenazah.
Hingga kini, warga sekitar masih melakukan pemasangan tenda dan menata kursi di depan rumah duka. Sesuai rencana korban akan dimakamkan di Pemakaman Astana Temuireng, Karanganom, Bejen, Karangaranganyar hari ini pukul 13.00WIB.(31/08/2012)
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO:
Istri Korban: Kami Ikhlas
SOLO–Istri Bripka Dwi Data Subekti, korban penembakan pos polisi Singosaren Solo, Niken Sri Parawani, saat ditemui wartawan di RSUD Dr Moewardi, Kamis (30/8/2012) malam, mengaku terpukul dengan musibah yang menimpa suaminya tersebut.
Namun, dirinya mengaku ikhlas dan tabah dengan kepergian suaminya itu. Korban meninggalkan tiga anak yang sudah dewasa yakni Gupta Andika Pratama, Arya Dwi Wardana dan Hani Tri Paragupta.
Korban penembakan Bripka Dwi Data Subekti, warga Jl Bima Sakti RT010/RW022 Blok C Nomor 28, Ngringo Indah, Palur, Jaten, Karanganyar itu meninggal dunia. Korban pertama kali dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Solo pada pukul 22.15 WIB.
Tak berapa lama, korban langsung dilarikan ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Dr Moewardi Solo untuk dilakukan otopsi.
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO:
Istri Bripka Dwi: Anting Saya Hilang Satu
KARANGANYAR–Suasana duka menyelimuti rumah korban penembakan di Plaza Singosaren, Bripka Dwi Data Subekti, 54, di Perum Ngringo Indah, Jaten, Karanganyar, Jumat (31/8/2012) dini hari. Warga terlihat mulai mempersiapkan segala perabotan penyambutan jenazah yang rencananya akan dimakamkan di Astana Temuireng, Karanganom, Bejen, Karanganyar, Jumat (31/8) siang.
Berdasarkan pantauan Solopos.com pukul 03.00 WIB, ratusan kursi ditata di depan rumah duka. Meja panjang beralaskan kain jarik disiapkan di ruang tamu. Sementara rangkaian bunga tabur juga telah tersedia.
Istri korban Niken Sri Parawani dengan menggunakan baju muslim duduk di serambi rumah bersama pelayat.
Dia terlihat tegar menemui para pelayat yang terus berdatangan.
“Tidak ada firasat. Hanya anting-anting saya yang sebelah tiba-tiba hilang sehari sebelum ada kejadian ini,” ujar Niken.
Dia menuturkan sesaat sebelum berangkat kerja pada pukul 19.00 WIB, Niken mengaku ada hal yang tak wajar yang dilakukan suaminya.
Saat itu korban sempat menengok ke arah istrinya sebanyak dua kali sebelum berangkat kerja. “Jadi pas menengok dua kali itu, bapak seperti ingin mengatakan sesuatu,” tambahnya.
Ibu tiga anak ini mengaku iklas atas kejadian yang menimpa suaminya. Dia juga memintakan maaf jika suaminya semasa hidup memiliki kesalahan. Korban sendiri meninggalkan tiga orang anak, yakni Gopta Andika Pratama, 28; Arya Dwi Wardana, 26 dan Hany Tri Prajagupta, 19.

Untuk Mengantisipasi Pelaku Penembakan Melarikan diri ke KLATEN atau Jogja
Aparat Polres Klaten merazia semua pengendara sepeda motor dari arah Solo yang melintas di jalan Solo-Jogja tepatnya di Alun-alun Klaten, Kamis (30/8) malam.
Razia ini terkait dengan tragedi penembakan di Pos Pol Singosaren, Solo.
PENEMBAKAN POS POLISI SINGOSAREN SOLO:
Kejar Pelaku, Polisi Siaga di Kadipiro
SOLO—Sejumlah polisi berjaga ketat di kawasan Kadipiro-Nusukan, menyusul aksi penembakan di pos polisi Singosaren Solo, Kamis (30/8/2012) pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB, lebih dari 10 petugas polisi berjaga di kawasan itu dengan posisi siap menembak. Berdasarkan pantauan Solopos.com, mereka berjaga di ujung timur Jl Ki Mangunsarkoro yang berbatasan dengan Kadipiro-Nusukan, Banjarsari, Solo.
Lima petugas polisi menenteng pistol laras panjang siap menembak. Informasi yang dihimpun di lapangan para polisi mengejar pelaku penembakan polisi pos polisi Singosaren Solo. Sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah polisi yang berjaga di kawasan itu berkurang, sekitar tujuh orang.
Tak hanya menginterogasi, polisi juga menggeledah tas Solopos.com dan memeriksa kartu tanda penduduk.
Kapolda: Jenis Peluru Sama dengan Peluru Penyerangan Pospam Gemblekan Solo
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Didik Sutomo Triwidodo membenarkan satu anggotanya tewas akibat aksi penembakan pelaku yang belum diketahui indetitasnya.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Didik Sutomo Triwidodo yang tiba di lokasi kejadian pada Jumat (31/8/2012) sekitar pukul 00.00 WIB dini hari, langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Menurut Kapolda,korban Bripka Dwi Data Subekti sehari-hari bertugas di Polsek Serengan,Solo,Jawa Tengah, ini tewas akibat empat kali tembakan yang mengenai dada sebanyak dua kali tembakan,dan kedua tangannya.
"Sebelum kejadian,korban sedang duduk di pos polisi. Saat korban duduk itulah,korban di tembak," jelas Kapolda, kepada wartawan, di lokasi kejadian.
Selain itu, Kapolda mengatakan, dilokasi kejadian, polisi menyita empat selongsong peluru berukuran 9 mm yang diduga berasal dari senjata jenis FN. Sedangkan korban ditembak dari jarak yang cukup dekat yakni satu meter.
Kapolda belum berani memastikan apakah insiden penyerangan pos polisi yang menyebabkan satu orang polisi tewas,ada kaitannya dengan dua penyerangan pos polisi sebelumnya.
"Meskipun tipe senjata dan peluru yang digunakan ada kesamaan, tapi kami belum berani mengkaitkan dengan dua penyerangan sebelumnya. Karena kami masih melakukan penyidikan dan pengumpulan saksi-saksi yanng terus berkembang," paparnya.
Buntut Penyerangan Pos Polisi, Kapolda Jateng Imbau Jajarannya Waspada
Meski sempat dikejutkan oleh aksi penembakan terhadap pos polisi Plasa Singosaren, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis 30 Agustus malam, kondisi Kota Solo saat ini relatif aman terkendali. Demikian disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Didik Sutomo Triwidodo.
Meskipun begitu, Kapolda meminta seluruh jajaran Polda Jawa Tengah dalam keadaan waspada.
"Seluruh personil polisi di bawah jajaran Polda Jawa Tengah untuk tetap tenang dan tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Namun tetap waspada," ujarnya.
Sementara itu, pantauan di lokasi kejadian, garis polisi masih terpasang dan tim labfor Polda masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara.
Sedangkan Bripka Dwi Data Subekti meninggalkan seorang istri Niken Sri Parawani dan tiga orang anak yaitu, Gopta Andika Pratama,Arya Dwi Werdana,Hani Tri Prajakuta.
Jenazah Bripka Dwi Data Subekti akan di berangkatkan dari rumah duka Jalan Bima Sakti 28 blok c Rt 10/22 Perum Ngringo Indah, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, ke peristirahatan terakhir di Astana Temu Iring Bejen,Karanganyar,Jawa Tengah.KEJADIAN yang Hampir Serupa dan terjadi di kota yang Sama